disaat dunia berjalan dengan berantakan;rasa takut dan khawatir berserakan di jalan;orang-orang seolah pergi, cuma ninggalin bayang-bayang.saat Fadlan bahkan pengen nonjok figur yang Fadlan liat saat Fadlan ngaca.saat mimpi dan cita-cita bukan lagi harapan, tapi beban dan paksaan.saat fadlan bahkan nggak tahu tempat mana yang sebenarnya jadi tujuan pulang,Fadlan masih punya aku, sahabat kamu.
Surat itu sampai ke rumah saya, dari sebuah kota nun jauh di Belanda sana, Bovenkarspel namanya.
Seorang sahabat yang bahkan secara geografis sangat jauh namun masih tetap ingat akan saya dengan mengirimkan surat dalam bentuk fisik, bukan elektronik.
Kata-kata ini akan selalu, selamanya, saya inget dan pahat baik-baik dalam hati dan pikiran saya.
Ya, sebagai tanda pengingat bagi saya, bahwa saya selalu punya seseorang yang membimbing saya dari depan, mendorong saya dari belakang, dan berjalan bersama saya bersebelahan.
Terima kasih, sahabatku :)
1 comments:
"saat fadlan bahkan nggak tahu tempat mana yang sebenarnya jadi tujuan pulang,
Fadlan masih punya aku, sahabat kamu."
suka banget sama bagian yang ini a :)
Post a Comment
Do comment, will you?