Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Tuesday, October 23, 2012

Supernova; Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, dan Mengapa Saya Jatuh Cinta Padanya (A Novel Review)


Supernova; Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Penulis: Dewi ‘Dee’ Lestari



Saya mengetahui novel ini dari guru Bahasa Indonesia saya semasa SMA dulu (Bpk. Agus Sunarya). Beliau pernah bilang novel ini merupakan novel sastra-fiksi-ilmiah yang cukup kuat di era awal 2000-an. Berbekal dari informasi yang saya dapat, akhirnya saya membaca novel tersebut untuk membuktikan apa yang guru saya katakan. Benar saja, saya langsung jatuh cinta pada halaman pertama.

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti.
Namun aku terus di sini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.*

Puisi pembuka di awal buku saja sudah menawan hati saya. Gaya bercerita khas Dee yang lebih fokus pada momen sungguh mengaduk perasaan. Saya terpikat dengan potongan-potongan puisi yang disisipkan hampir di setiap bagian novel. Keterkaitan antar tokoh sama sekali tidak bisa ditebak namun tetap masuk akal. Oh, dan jangan tanya saya betapa saya takjub akan bagaimana Dee membuat teori-teori sains menjadi suatu hal yang membuat kita membacanya karena ingin, bukan karena disuruh guru karena akan ada ujian.

Apakah peluru ini engkau, Ferre?
Yang melubangiku dan kini berkuasa atas hidup mati pikirku?
Semoga ini engkau...
Dengan demikian kasihku mengalir keluar seraya bersorak-sorai.
Berjaya dalam mahligai
Karena hanya kepadamulah kurelakan sisa denyutku
... meregang dalam genggaman seseorang.*

Kalau ditanya buku ini tentang apa, sungguh sebenarnya saya tidak bisa jawab. Cyber avatar, kesadaran nonlokal, puisi-puisi pujangga, rectoverso, perselingkuhan, persahabatan, cinta yang membebaskan, pelacuran, bahkan percobaan Schrodinger pun ada dalam buku ini (Sakti, kan?). Saya paling suka bagaimana Dee membuat suatu perselingkuhan sebagai sesuatu yang dinilai bukan atas hakikat benar atau salah. Cara Dee menjelaskan orang ketiga sungguh tidak akan membuat kita bisa menyalahkan siapa-siapa. Semata hanya cinta, pada waktu, orang, dan kondisi yang tidak semestinya.

Lantas bagaimana dengan teori-teori dan penjabaran sains yang banyak tertuang dalam buku ini? Justru disitulah seninya. Tak banyak (bahkan mungkin tak ada, CMIIW) penulis yang bisa mengkolaborasikan kisah cinta dengan fisika kuantum, namun dengan apik penulis idola saya ini berhasil melakukannya. Dan walaupun ada beberapa (banyak) yang saya tidak mengerti, saya dapat merasakan esensi dari pernyataan-pernyataan sains yang terkandung. Meskipun banyak yang mengatakan novel ini kurang ‘membumi’, namun saya jujur lebih suka istilah ‘menghargai intelektualitas pembaca’.

Ini bukan kisah cinta biasa, bukan kisah cinta ecek-ecek dimana adinda-adalah-kekasih-kakanda-walau aral-melintang-kan-ku-terjang. Kisah cinta prominen yang dirangkum secara jenius dengan kata-kata yang mempesona, syair yang memikat, teori yang mencerahkan, dan tokoh-tokoh yang membuat jatuh cinta. Jika kamu mengaku sebagai penggemar Dee tapi belum pernah baca novel ini? Silahkan pintu exit ada di bagian kanan depan. Malahan, jika kamu adalah penggemar sastra namun buku ini terlewatkan? Maka kamu mungkin harus mencerna lagi apa yang kamu maksud dengan sastra. Dan jika kamu adalah pembaca jurnal ilmiah, maka novel ini tidak kalah memberikan ilmu dari apa yang kamu dapat dari springerlink atau sciencedirect. Novel ini adalah novel favorit saya sepanjang masa. Pokoknya, baca deh!

Saya rasa cukup itu saja. Selamat membaca! 

P.S.: * kutipan salah satu puisi dalam novel Supernova; KPBJ
P.S.S.: Image diambil dari goodreads
P.S.S.S.: Ini adalah review novel pertama yang pernah saya buat. Jelek? Biarin. Emang saya pikirin. :P

Fadlan Mauli Gozali