Hari menjelang petang di suatu pantai. Pantai tampak kotor. Bukan, kotornya pantai ini bukan karena sampah yang berserakan, melainkan karena banyaknya bintang laut yang terdampar di pantai pasir ini, terbawa ombak dari laut. Di kejauhan nampak seorang anak sedang sibuk, tekun melakukan kegiatan yang sedang dilakukannya. Ternyata si anak memunguti bintang laut tersebut satu per satu, lalu melemparkannya ke lautan, kemudian mengulanginya. Begitu seterusnya hal yang dia lakukan, memungutnya, lalu melemparkannya. Namun pantai tersebut tak kunjung bersih karena pantainya terlalu luas, bintang lautnya terlalu banyak, dan anak itu terlalu kecil. Walaupun begitu, si anak tetap bersemangat melempar bintang laut tersebut ke lautan.
Datanglah seorang tua, mendekati si anak itu. Pak tua itu keheranan, apa yang sedang dilakukan anak kecil itu. Pak tua itu berpikir, betapa bodohnya anak kecil tersebut membersihkan pantai yang begitu luas dan begitu kotor, karena esok hari pasti pantai tesebut akan kotor lagi, akan ada banyak lagi bintang laut yang terdampar. Pak tua pun berkata pada si anak tersebut. Percuma kau membersihkan pantai ini, Nak. Pantai ini terlalu luas, kau terlalu kecil, bintang lautnya terlalu banyak. Lagipula, esok hari pasti pantai ini akan kotor lagi.
Anak itu tersenyum, dan menjawab dengan bijak. Saya bukan sedang membersihkan pantai, Pak Tua. Tapi saya sedang menyelamatkan para bintang laut ini, mengembalikan mereka ke lautan. Apa yang saya lakukan mungkin tidak akan berdampak apa-apa pada pantai ini, tapi apa yang saya lakukan pasti akan sangat berarti bagi para bintang laut ini.
Cerita diatas bisa kita ambil hikmahnya untuk merubah pola pikir kita dalam berbuat kebaikan. Yang menjadi fokus anak tersebut adalah bagaimana agar dia bisa membantu bintang laut kembali ke lautan, pantai yang kemudian bersih adalah reward-nya. Analoginya seperti ini; Angka kemiskinan di Indonesia cukup tinggi. Masih banyak warga Indonesia yang masih kurang beruntung, masih hidup di bawah garis kemiskinan. Hal tersebut, janganlah membuat kita ragu dalam membantu mereka yang membutuhkan. Janganlah berpikir, apa yang saya lakukan tidak akan berdampak besar terhadap angka kemiskinan di Indonesia, yang kurang mampu tetap saja banyak. Tapi berpikirlah, saya harus membantu orang kurang beruntung itu, karena apa yang saya lakukan pasti akan sangat berarti bagi orang yang membutuhkan itu. Hal-hal lain pun bisa dianalogikan sama seperti diatas.
Ayo kita mulai berbagi dan membantu sesama. Apa yang kita lakukan mungkin tidak akan membuat perubahan besar, tapi apa yang kita lakukan pasti akan sangat berharga bagi mereka yang kita bantu. FMG
" If you can't feed a thousand, then feed just one "
-- Mother Theresa
